Lewati ke konten utama
BettaBoy Marketplace
Standar Morfologi & Bentuk Sirip

Ensiklopedia Varietas Cupang

Panduan ragam varietas dan bentuk morfologi sirip ikan cupang hias berkualitas pilihan.

Bentuk sirip dan tipe

Bentuk sirip menentukan kelas di kontes. Enam bentuk yang paling sering ada di katalog kami tampil dengan ilustrasi; bentuk lain dijelaskan di bawahnya. Definisi dan ukuran mengikuti standar pameran IBC 2025.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: tail types

Bukaan ekor 180°, membentuk huruf D

Halfmoon (HM)

Sirip ekor mengembang lebar hingga 180 derajat sempurna menyerupai setengah lingkaran bulan. Sirip anal dan dorsal melambai anggun menyatu harmonis.

Asal-usul
Prancis dan AS: Guy Delaval mencapai bukaan 180° pada 1987; Laurent Chenot, Rajiv Masillamoni, dan Jeff Wilson memantapkannya hingga juara IBC 1993.
Pewarisan
Sirip panjang terkait gen kcnj15; perbedaan halfmoon dan veiltail dipetakan ke satu wilayah di kromosom 16.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: tail types, Zhang 2022

Sirip pendek; ekor tidak lebih dari 1/3 panjang badan

Plakat Shortfin (PK)

Varietas bersirip pendek atletis turunan cupang adu tradisional. Memiliki tubuh berotot tebal, gerakan lincah, serta daya tahan dan stamina prima.

Asal-usul
Thailand dan Semenanjung Malaya: bentuk domestik tertua, keturunan ikan aduan.
Pewarisan
Studi genom menempatkan garis aduan (fighter) paling dekat dengan akar pohon kekerabatan cupang hias.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022, Wikipedia: Siamese fighting fish

Selaput sirip ≥ 33% lebih pendek dari jari-jari (IBC, jantan)

Crowntail Serit (CT)

Jari-jari sirip menjulur melewati selaput sehingga tepi sirip bergerigi seperti mahkota. Di Indonesia dikenal sebagai cupang serit dan dijuluki pang rocker.

Asal-usul
Indonesia: dikembangkan Ahmad Yusuf dan breeder di Slipi, Jakarta Barat, sekitar 1997.
Pewarisan
Perbedaan crowntail dan veiltail dipetakan terutama ke wilayah di kromosom 22 dan 24.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: tail types, Radar Tulungagung, Kwon 2022

Sirip dada besar; ideal sepanjang ½ badan (IBC)

Dumbo Ear (Big Ear)

Sepasang sirip dada (pektoral) tumbuh sangat lebar seperti telinga gajah dan melambai saat berenang. IBC menilainya di kelas Large Pectoral; penghobi juga menyebutnya elephant ear.

Asal-usul
Thailand: menurut catatan breeder, ikan bersirip dada besar muncul di peternakan sekitar 1999 dan dimantapkan pada 2000-an.
Pewarisan
Studi genom 2022 memetakan sifat Dumbo ke dua lokus (kromosom 11 dan 19); sinyal terkuatnya berada di gugus gen hoxa.

Sumber: IBC 2025, Nice Betta: dumbo, Zhang 2022

Panjang badan jantan ≥ 6 cm, betina ≥ 5 cm (IBC)

Giant Betta

Bertubuh besar dan kekar. Menurut standar IBC, pertumbuhannya tidak berhenti seperti cupang biasa sehingga terus membesar sepanjang hidup.

Asal-usul
Thailand: dikembangkan dari garis plakat, lalu populer di Indonesia.
Pewarisan
Ukuran tubuh bersifat poligenik; satu lokus di kromosom 8 menjelaskan sekitar 8–9% variasinya.

Sumber: IBC 2025, Distankan Buleleng, Zhang 2022

Percabangan jari-jari sirip berlebihan

Rosetail / Feathertail

Percabangan sinar sirip ekor yang sangat padat dan bertingkat, menciptakan efek lipatan gelombang romantis bagai helai kelopak bunga mawar.

Asal-usul
Muncul dari seleksi halfmoon dengan percabangan jari-jari yang sangat banyak.

Sumber: Betta Territory: tail types

Bentuk sirip lainnya

Kode: VT

Veiltail

Ekor panjang menjuntai, tidak simetris

Bentuk bersirip panjang tertua di pameran. Ekor menjuntai ke bawah dengan panjang ideal sekitar satu kali panjang badan, dorsal sempit, dan anal berbentuk trapesium.

Asal-usul
Garis bersirip panjang sudah ada di Asia sekitar 1850; Warren Young (AS) membiakkan veiltail bersirip sangat panjang sekitar 1960.
Pewarisan
Veiltail adalah bentuk bersirip panjang pertama yang tercatat; sirip panjang terkait gen kcnj15.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: tail types, Zhang 2022

Kode: D

Delta

Ekor simetris berbentuk segitiga

Ekor melebar simetris seperti huruf Yunani delta dengan bukaan di bawah 180°. Delta menjadi jembatan dari veiltail ke halfmoon.

Asal-usul
Jerman: Dr. Eduard Schmidt-Focke membiakkan deltatail pertama pada 1960-an.

Sumber: Betta Territory: tail types, Wikipedia: Siamese fighting fish

Kode: SD

Super delta

Delta bersirip sangat lebar; bukaan belum 180°

Delta dengan sirip sangat besar. Sebelum halfmoon lahir, bukaan ekor terbaik yang tercapai sekitar 160°.

Asal-usul
AS: Peter Goettner dan Paris Jones sekitar 1980; garis ini menjadi bahan dasar halfmoon.

Sumber: Betta Territory: tail types

Kode: OHM

Over halfmoon

Bukaan ekor lebih dari 180°

Halfmoon yang ekornya membuka melewati 180° saat mengembang penuh.

Asal-usul
Hasil seleksi lanjutan garis halfmoon.

Sumber: Betta Territory: tail types

Kode: HMPK

Halfmoon plakat (show plakat)

Sirip pendek dengan ekor 180°

Sirip pendek, dorsal setengah lingkaran yang membuka seperti kipas, dan ekor membuka 180°. Bentuk plakat yang paling banyak dibiakkan saat ini.

Asal-usul
Silang plakat tradisional dengan halfmoon bersirip panjang; IBC memisahkan standar plakat tradisional dan show plakat pada 2005.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: plakat

Kode: CTPK

Crowntail plakat

Crowntail bersirip pendek

Jari-jari menonjol khas crowntail pada sirip pendek plakat. IBC punya standar Crowntail Shortfin tersendiri.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: tail types

Kode: HS

Halfsun

Halfmoon dengan ujung jari-jari menonjol

Gabungan halfmoon dan crowntail: ekor membuka lebar mendekati 180° dengan ujung jari-jari sedikit menonjol.

Sumber: Betta Territory: tail types

Kode: DT

Double tail

Dua lobus ekor terpisah sampai pangkal

Ekor terbelah menjadi dua lobus hingga pangkal batang ekor. Batang ekor lebih lebar, dorsal hampir sebesar anal, dan tubuh cenderung pendek.

Asal-usul
India: breeder India menghasilkan doubletail sekitar 1960.
Pewarisan
Resesif: ekor tunggal (ST) dominan atas ekor ganda (dt). Pembawa ST/dt berekor tunggal, tetapi dorsalnya sering lebih lebar.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: tail types, Inglorious Bettas, Wikipedia: Siamese fighting fish

Kode: DTPK

Double tail plakat

Doubletail bersirip pendek

Versi plakat dari doubletail. IBC membedakan tipe A (berbasis veiltail) dan tipe B (berbasis halfmoon dengan anal persegi).

Sumber: IBC 2025

Kode: CBT

Combtail

Ujung jari-jari sedikit menonjol

Tepi sirip bergerigi halus karena jari-jari sedikit melewati selaput, tetapi pengurangannya tidak sebanyak crowntail. IBC menegaskan combtail bukan crowntail.

Sumber: IBC 2025

Kode: SPT

Spadetail

Ekor meruncing ke satu titik

Ekor tunggal yang melebar lalu meruncing ke satu ujung seperti sekop. Jarang ditemui di pasaran.

Sumber: Gramedia

Warna dan pola

Warna cupang tersusun dari lapisan sel pigmen. Pengelompokan di bawah mengikuti standar IBC: warna tunggal, metalik, dua warna, dan berpola. Nama dagang populer dijelaskan di kelompok terakhir.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors

Warna tunggal gelap

Merah dan hitam (non-iridesen), serta biru, steel, turquoise, dan hijau (iridesen).

Merah

Merah cemerlang dan rata dari badan sampai sirip. Kilau iridesen, metalik, atau opaque sekecil apa pun dihitung sebagai cacat.

Pewarisan
Extended red (Er) dominan dan menyebarkan merah ke seluruh tubuh.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors

Biru royal

Biru tua yang ideal di kelas biru; bisa tampak hampir ungu.

Pewarisan
Heterozigot Blbl di antara turquoise dan steel: royal × royal menghasilkan turquoise, royal, dan steel dengan rasio 1:2:1.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors, Zhang 2022

Biru steel

Biru keabu-abuan berkilau perak, juga disebut gunmetal.

Pewarisan
Homozigot blbl. Studi pigmen menunjukkan steel tidak memiliki sel merah (eritrofor) di lapisan bawah sisik.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors, Zhang 2022

Hijau

Hijau rumput atau hijau hutan; warna gelap tunggal yang paling sulit distabilkan.

Sumber: IBC 2025

Hitam (melano, black lace)

Melano adalah hitam pekat atau true black. Black lace lebih terang dengan selaput sirip transparan; IBC juga mengakui double black.

Pewarisan
Melano resesif (mm) dan betinanya hampir selalu mandul; black lace juga resesif, tetapi betinanya subur.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors

Masker (full mask)

Kepala tertutup warna iridesen yang sama dengan badan, bukan kepala hitam. IBC menerima keduanya selama penuh dan rata.

Pewarisan
Dikembangkan breeder belakangan sebagai gen masker yang menutup kepala hitam.

Sumber: IBC 2025

Warna tunggal terang

Kuning, oranye, bening, pastel, dan opaque.

Kuning

Kuning cemerlang; kuning pucat atau kecokelatan tidak diinginkan.

Pewarisan
Kuning berasal dari sifat yang mengubah merah (non-red), sehingga merah pada ikan kuning adalah cacat serius.

Sumber: IBC 2025

Oranye

Oranye cemerlang tetapi tembus cahaya, seperti daging buah jeruk.

Pewarisan
Garis oranye dikembangkan dari garis marble dan dua warna berbadan terang. Studi genom memetakan perbedaan oranye dengan merah dan kuning ke lokus di kromosom 8.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022

Cellophane (bening)

Badan tanpa warna yang tampak merah muda karena daging dan organnya, dengan sirip transparan dan mata gelap.

Sumber: IBC 2025

Albino

Tanpa pigmen sama sekali sehingga matanya tampak merah, berbeda dari cellophane yang bermata gelap. Sangat jarang.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022

Pastel

Warna iridesen lembut (biru, hijau, atau putih) di atas badan berwarna terang.

Sumber: IBC 2025

Putih opaque

Putih pekat dan rapat tanpa warna dasar gelap; harus benar-benar opaque.

Sumber: IBC 2025

Metalik

Lapisan metalik di atas warna dasar gelap atau terang.

Copper (tembaga)

Tembaga metalik berkilau seperti koin baru; di bawah senter memantulkan ungu, turquoise, dan biru.

Pewarisan
Menurut catatan breeder, copper dibuat dengan memasukkan gen metalik ke garis steel blue. Studi genom menemukan lokus kandidatnya di kromosom 5; ikan copper membawa satu atau dua salinan alel itu.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022

Emas metalik (gold)

Lapisan metalik kuning keemasan di atas badan terang; IBC mengelompokkannya sebagai metalik berbadan terang.

Sumber: IBC 2025

Teal dan hijau metalik

Versi metalik dari biru dan hijau di atas badan gelap; warna teal berasal dari lapisan metalik.

Sumber: IBC 2025

Platinum (putih metalik)

Di pasaran, putih metalik yang sangat pekat sering disebut platinum; IBC punya kelas metallic opaque white.

Sumber: IBC 2025

Dua warna

Badan satu warna dan sirip warna lain yang kontras.

Bicolor

Badan dan sirip berbeda warna dengan batas tegas, misalnya badan hijau dengan sirip kuning.

Sumber: IBC 2025

Cokelat (chocolate)

Dua warna berbadan gelap: badan hitam yang memudar menjadi cokelat dengan sirip kuning.

Sumber: IBC 2025

Cambodian

Badan pucat seperti daging dengan sirip berwarna; cambodian tradisional bersirip merah.

Pewarisan
Resesif (cc): secara genetis berarti tidak adanya pigmen hitam.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors

Mustard gas

Badan gelap kebiruan atau kehijauan dengan sirip kuning sampai oranye; di kontes masuk kelas dua warna.

Sumber: Betta Territory: colors

Berpola

Pola yang dinilai dari susunan warna, bukan warnanya saja.

Butterfly

Sirip berpita tegas: warna dasar di dekat badan dan pita terang di tepi. Yang dinilai adalah ketajaman batas pitanya.

Pewarisan
Breeder mengenal pola berpita ini sebagai sifat variegated fins di lapisan merah.

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: colors

Marble

Bercak tidak beraturan seperti batu marmer. Polanya bisa berubah sepanjang hidup ikan.

Pewarisan
Standar IBC menyebut transposon (gen lompat) sebagai penyebabnya; studi genom 2022 menemukan sembilan lokus, sehingga pola ini kemungkinan poligenik. Menurut catatan penghobi, marble muncul akhir 1960-an dari garis cupang hitam di Indiana, AS.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022, FishStores: marble

Koi

Pola marble berwarna-warni yang mengingatkan pada ikan koi: merah, hitam, putih, kuning, kadang biru. IBC menilainya di kelompok fancy berbasis koi.

Pewarisan
Berbasis marble, sehingga warnanya bisa berubah seiring umur.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022

Multicolor

Tiga warna atau lebih tanpa pola tertentu; berbeda dari marble karena tidak membentuk bercak mosaik.

Sumber: IBC 2025

Dalmatian

Bintik-bintik kecil pada sirip terang, seperti anjing dalmatian. IBC memasukkannya ke kelompok marble.

Sumber: IBC 2025

Black orchid

Badan hitam pekat dengan garis iridesen gelap di antara setiap jari-jari sirip, paling sering steel blue.

Sumber: IBC 2025

Grizzle

Warna iridesen yang terputus-putus di sisik dan sirip, seolah beruban.

Pewarisan
Gen grizzle tampaknya menghambat pembentukan pigmen di sebagian sisik dan sirip.

Sumber: IBC 2025

Dragon scale

Sisik tebal tertutup lapisan metalik pekat dan kepala bermasker penuh, seperti baju zirah naga.

Pewarisan
Menurut breeder Thailand, dragon dibuat sekitar 2004 dengan menyilangkan plakat super red dan red copper dengan Betta mahachaiensis liar, lalu silang balik (backcross).

Sumber: IBC 2025, Betta Territory: dragon, Nice Betta: dragon

Pineapple

Setiap sisik berbingkai warna gelap di atas badan kekuningan, membentuk pola jala seperti kulit nanas.

Sumber: IBC 2025

Alien

Pola berbasis tipe liar: kepala tertutup penuh, sisik tersusun rapi, dan pita bergaris di sirip.

Sumber: IBC 2025

Nama dagang populer

Nama yang dipakai penjual dan breeder, terutama di Thailand dan Indonesia. Nama dagang bukan kelas resmi IBC dan maknanya bisa berbeda antarpenjual.

Nemo, galaxy, dan candy

Varian koi: nemo didominasi oranye, merah, dan hitam; galaxy bertabur bintik biru iridesen; candy berwarna-warni cerah. Studi genom 2022 menyebut koi, candy, dan galaxy sebagai nama dagang untuk pola mosaik yang sama.

Sumber: Zhang 2022

Fancy

Sebutan untuk warna campuran yang tidak beraturan. IBC punya kelompok fancy uji coba, misalnya koi base fancy dan iridescent fancy.

Sumber: IBC 2025

Genetika dan keturunan

Bagaimana warna dan bentuk diturunkan ke anak. Setiap topik diberi label: hasil studi genom, pengalaman breeder, atau keduanya. Model breeder berguna untuk merencanakan perjodohan, tetapi tidak semuanya sudah dibuktikan secara ilmiah.

Sumber: Kwon 2022, Zhang 2022, Betta Territory: colors, Inglorious Bettas

Lapisan warna

Pengalaman breeder

  • Warna badan cupang tersusun dari empat lapisan sel: iridesen (paling atas), hitam, merah, dan kuning (paling bawah).
  • Setiap lapisan dikendalikan gen yang menambah atau mengurangi pigmen. Itu sebabnya ungu muda bisa muncul dari lapisan copper di atas biru royal.
  • Susunan lapisan di sirip mungkin berbeda dan belum banyak diteliti.

Sumber: Betta Territory: colors, Inglorious Bettas

Dominan, resesif, dan geno

Pengalaman breeder

  • Setiap ikan membawa dua salinan (alel) setiap gen, satu dari induk jantan dan satu dari induk betina.
  • Huruf besar menandai alel dominan, huruf kecil alel resesif. Sifat resesif baru tampak bila kedua salinannya resesif.
  • Ikan geno (pembawa) membawa satu alel resesif tanpa menampakkannya, misalnya melano-geno.

Sumber: Betta Territory: colors

Spektrum biru: turquoise, royal, steel

Studi dan breeder

  • Turquoise (BlBl), royal (Blbl), dan steel (blbl) dikendalikan satu gen yang dominansinya tidak penuh.
  • Studi genom 2022 mengonfirmasi rasio 1:2:1 dan memetakan gen ini ke satu lokus di kromosom 24.
  • Gen spread iridescence (Si) yang dominan menyebarkan iridesen ke seluruh badan; pada cupang liar iridesensinya hanya berupa titik dan garis.

Contoh persilangan

Turquoise × steel
100% royal
Royal × royal
25% turquoise, 50% royal, 25% steel
Turquoise × royal
50% turquoise, 50% royal

Sumber: Betta Territory: colors, Zhang 2022

Cambodian

Pengalaman breeder

  • Gen cambodian (c) resesif dan membuat badan nyaris tanpa warna sementara siripnya tetap berwarna.

Contoh persilangan

Cambodian × normal
100% pembawa (Cc)
Pembawa × pembawa
25% cambodian, 50% pembawa, 25% normal

Sumber: Betta Territory: colors

Melano dan betina mandul

Pengalaman breeder

  • Melano (mm) resesif dan menghasilkan hitam paling pekat.
  • Betina melano hampir selalu mandul: telurnya bisa dibuahi tetapi pecah saat menetas. Salah satu hipotesis menyebut protein perekat ekstra pada sel hitamnya.
  • Strategi umum: jantan melano dijodohkan dengan betina steel. Anak F1 semuanya melano-geno, lalu perjodohan F1 × F1 memunculkan kembali melano.

Contoh persilangan

Melano × normal
100% melano-geno (Mm)
Melano-geno × melano-geno
25% melano, 50% melano-geno, 25% normal

Sumber: Betta Territory: colors

Merah, kuning, dan oranye

Studi dan breeder

  • Extended red (Er) dominan dan menyebarkan merah ke seluruh badan dan sirip.
  • Kuning berasal dari sifat non-red yang mengubah merah.
  • Studi genom 2022 memetakan perbedaan oranye dengan merah dan kuning ke satu lokus di kromosom 8.
  • Sifat red loss membuat merah pada ikan muda memudar saat dewasa dan diduga terbawa bersama gen marble.

Sumber: Betta Territory: colors, IBC 2025, Zhang 2022

Metalik, copper, dan gen cupang liar

Studi dan breeder

  • Menurut catatan breeder, copper lahir dari gen metalik yang dimasukkan ke garis steel blue.
  • Studi genom 2022 menemukan lokus kandidat gen metalik di kromosom 5; ikan copper membawa satu atau dua salinan alelnya, sesuai pola dominan.
  • Studi genom lain menemukan sisipan DNA spesies liar seperti B. mahachaiensis dan B. imbellis pada banyak cupang hias; garis dragon sengaja dibuat dari silangan seperti itu.

Sumber: Zhang 2022, Kwon 2022, Betta Territory: dragon

Marble: pola yang berubah

Studi dan breeder

  • Marble dan turunannya (koi, galaxy, candy) bisa berubah sepanjang hidup ikan, sehingga hasil perjodohannya sulit ditebak.
  • Standar IBC menyebut transposon (gen lompat) sebagai penyebabnya.
  • Studi genom 2022 menemukan sembilan lokus di delapan kromosom, jadi pola mosaik ini kemungkinan poligenik; mekanismenya belum tuntas diteliti.

Sumber: IBC 2025, Zhang 2022

Sirip panjang, crowntail, dan doubletail

Studi dan breeder

  • Sirip panjang (veiltail, crowntail, halfmoon) dibanding plakat dan HMPK terkait peningkatan fungsi gen kcnj15.
  • Perbedaan crowntail dan veiltail terutama dipetakan ke kromosom 22 dan 24; halfmoon dan veiltail berbeda di satu wilayah kromosom 16.
  • Ekor ganda resesif: ST dominan atas dt. Pembawa ST/dt berekor tunggal tetapi sering berdorsal lebih lebar, sehingga dipakai breeder untuk memperbaiki dorsal.

Contoh persilangan

ST/ST × dt/dt
100% ekor tunggal pembawa (ST/dt)
ST/dt × ST/dt
75% ekor tunggal, 25% doubletail
ST/dt × dt/dt
50% ekor tunggal pembawa, 50% doubletail

Sumber: Zhang 2022, Kwon 2022, Inglorious Bettas

Dumbo dan Giant

Studi genom

  • Sirip dada Dumbo memiliki jari-jari yang lebih banyak dan panjang; studi genom 2022 memetakannya ke kromosom 11 dan 19, dengan sinyal terkuat di gugus gen hoxa yang berperan membentuk sirip.
  • Ukuran Giant bersifat poligenik: lokus utama di kromosom 8 hanya menjelaskan sekitar 8–9% variasinya, jadi seleksi ukuran butuh banyak generasi.

Sumber: Zhang 2022, IBC 2025

Penentuan jenis kelamin

Studi genom

  • Gen dmrt1 adalah penentu utama jenis kelamin cupang hias; jantan membawa varian khusus jantan (heterogametik).
  • Pada B. splendens liar, pengaruh gen ini lebih lemah.

Sumber: Kwon 2022, Zhang 2022

Linebreeding, outcross, dan silsilah

Pengalaman breeder

  • Linebreeding (menjodohkan kerabat, misalnya induk × anak) mengunci sifat dengan cepat, seperti saat garis dragon pertama dibuat.
  • Inbreeding berlebihan berisiko: garis halfmoon awal begitu inbred hingga jantannya berhenti membuat sarang dan tak mampu memijah, sampai diselamatkan dengan outcross.
  • Outcross ke garis lain menambah keragaman dan bisa memperbaiki sirip atau warna, tetapi sifat yang diinginkan perlu diseleksi ulang di generasi F2 dan seterusnya.
  • Catat setiap perjodohan (F1, F2, F3) agar silsilah bisa dilacak; galur di toko kami dilengkapi sertifikat silsilah.

Sumber: Betta Territory: tail types, Betta Territory: dragon

Spesies cupang liar

Cupang hias adalah keturunan Betta splendens, tetapi genus Betta memiliki 78 spesies dalam 13 kompleks. Banyak di antaranya asli Indonesia, terutama dari rawa gambut Kalimantan dan Sumatra. Sebagian berbiak dengan sarang busa, sebagian mengerami telur di mulut.

Sumber: Wikipedia: Betta

Kompleks splendens (ikan aduan)

Pembuat sarang busa dari Asia Tenggara daratan; leluhur dan kerabat terdekat cupang hias.

Betta splendens

Ikan aduan Siam

Sebaran asli
Thailand (DAS Mae Khlong hingga Chao Phraya), Kamboja, Laos, dan Vietnam; juga ada di Semenanjung Malaya dan Sumatra, kemungkinan dibawa manusia.
Habitat
Air dangkal bervegetasi: rawa, dataran banjir, dan sawah.
Cara berbiak
Sarang busa
Panjang maksimum
6–8 cm
Status IUCN
Rentan (VU)

Leluhur semua cupang hias; warna aslinya hijau, cokelat, dan abu-abu.

Baca selengkapnya tentang Betta splendens di Wikipedia (membuka tab baru)

Betta imbellis

Cupang damai (crescent betta)

Asli Indonesia

Sebaran asli
Thailand selatan, Malaysia, dan Indonesia; diintroduksi ke Singapura.
Habitat
Air tenang: sawah, rawa, sungai kecil, dan kolam berdasar serasah dan lumpur.
Cara berbiak
Sarang busa
Panjang maksimum
6 cm
Status IUCN
Risiko rendah (LC)

Terancam hibridisasi dengan cupang hias yang dilepas ke alam.

Baca selengkapnya tentang Betta imbellis di Wikipedia (membuka tab baru)

Betta mahachaiensis

Cupang Mahachai

Sebaran asli
Thailand dekat Teluk Thailand: Samut Sakhon, barat Bangkok, dan Samut Prakan.
Habitat
Rawa, kolam, dan genangan tenang; mampu hidup di air payau (salinitas 1,1–10,6 ppt), unik di antara Betta.
Cara berbiak
Sarang busa
Panjang maksimum
5–6 cm

Dideskripsikan 2012; dipakai breeder untuk membentuk garis dragon.

Baca selengkapnya tentang Betta mahachaiensis di Wikipedia (membuka tab baru)

Betta smaragdina

Cupang zamrud (Mekong)

Sebaran asli
Thailand (Isan: Sungai Mun dan Chi) dan Laos di DAS Mekong dan Chao Phraya; juga dilaporkan dari Vietnam.
Habitat
Sawah, rawa, parit, dan kolam teduh berdasar serasah, lumpur, atau pasir.
Cara berbiak
Sarang busa
Panjang maksimum
7 cm
Status IUCN
Kurang data (DD)

Warna hijau-birunya berasal dari pembiasan cahaya oleh kristal heksagonal mikroskopis.

Baca selengkapnya tentang Betta smaragdina di Wikipedia (membuka tab baru)

Kompleks coccina

Cupang kecil, umumnya merah, dari rawa gambut; banyak yang terancam karena sebarannya sangat sempit.

Kompleks albimarginata

Cupang mini dari sungai hutan Kalimantan Timur.

Kompleks picta

Pengeram mulut dari sungai di Jawa dan Kalimantan.

Kompleks foerschi

Pengeram mulut dari Kalimantan dan Sumatra.

Kompleks unimaculata

Cupang besar dari Kalimantan, termasuk spesies terbesar di genus ini.

Betta ocellata

Cupang bermata

Asli Indonesia

Sebaran asli
Kalimantan bagian timur laut: Sabah (Malaysia) dan Kalimantan Timur (Indonesia).
Habitat
Bagian berarus lambat, jurang, dan genangan terpisah dengan daun mengapung dan serasah.
Cara berbiak
Mengerami telur di mulut

Pelompat ulung yang terutama memakan serangga darat.

Baca selengkapnya tentang Betta ocellata di Wikipedia (membuka tab baru)

Kompleks anabatoides

Cupang liar berbadan besar dari Kalimantan.

Kompleks pugnax

Pengeram mulut dari sungai berarus di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan pulau sekitarnya.

Betta pugnax

Cupang Penang (sepilai)

Asli Indonesia

Sebaran asli
Semenanjung Malaya, Thailand selatan, Sumatra, dan Kepulauan Riau.
Habitat
Sungai hutan berarus deras, di antara tanaman tepi.
Cara berbiak
Mengerami telur di mulut
Panjang maksimum
6,7 cm

Nama ilmiah pertama dari Cantor (Macropodus pugnax, 1849) kini milik spesies ini.

Baca selengkapnya tentang Betta pugnax di Wikipedia (membuka tab baru)

Kompleks edithae

Satu spesies dari Kalimantan, Sumatra, dan Kepulauan Riau.

Kompleks dimidiata

Cupang kecil dari Kalimantan Barat.

Kompleks waseri

Cupang besar berair hitam dari Semenanjung Malaysia hingga Kepulauan Riau.

Kompleks akarensis

Pengeram mulut berbadan besar dari Kalimantan bagian utara.

Asal-usul dan sejarah

Dari sawah di Thailand hingga kontes internasional: garis waktu domestikasi cupang dan lahirnya bentuk sirip modern, termasuk crowntail dari Indonesia.

Sumber: Wikipedia: Siamese fighting fish, Betta Territory: tail types, Kwon 2022

  1. Abad ke-14

    Ikan aduan di Thailand

    Laporan tertua tentang cupang yang dibiakkan untuk diadu berasal dari Thailand sekitar abad ke-14, menjadikannya salah satu domestikasi ikan tertua. Analisis genetik menunjukkan domestikasi berlangsung setidaknya 1.000 tahun lalu.

    Sumber: Kwon 2022, Wikipedia: Siamese fighting fish

  2. 1840–1849

    Hadiah Raja Siam

    Raja Siam, yang mengatur dan memajaki pertandingan ikan aduan, memberikan ikannya kepada dokter Theodore Cantor (1840). Cantor mendeskripsikannya pada 1849 sebagai Macropodus pugnax.

    Sumber: Wikipedia: Siamese fighting fish

  3. Sekitar 1850

    Garis bersirip panjang

    Seleksi untuk keindahan, bukan aduan, menghasilkan cupang bersirip lebih panjang yang diperkirakan sudah ada saat orang Eropa dan Amerika banyak berdatangan. Pada 1850 Pieter Bleeker juga membentuk genus Betta.

    Sumber: Betta Territory: tail types, Wikipedia: Siamese fighting fish

  4. 1874–1910

    Menyebar ke Barat

    Cupang tiba di Prancis (1874, Pierre Carbonnier), Jerman (1896), Australia (paling lambat 1904), dan kemungkinan Amerika Serikat (1910).

    Sumber: Wikipedia: Siamese fighting fish

  5. 1910

    Lahirnya nama Betta splendens

    Charles Tate Regan memisahkan ikan aduan Siam sebagai spesies baru, Betta splendens (petarung yang indah), dalam revisi yang terbit pada 1910.

    Sumber: Wikipedia: Siamese fighting fish

  6. Sekitar 1960

    Veiltail, doubletail, dan delta

    Warren Young (AS) membiakkan cupang bersirip sangat panjang yang menjadi veiltail modern, breeder India menghasilkan doubletail, dan Dr. Eduard Schmidt-Focke (Jerman) membiakkan deltatail pertama.

    Sumber: Betta Territory: tail types, Wikipedia: Siamese fighting fish

  7. 1967

    International Betta Congress

    Para breeder mendirikan IBC, organisasi pertama khusus cupang, untuk membiakkan cupang yang lebih sehat dan simetris.

    Sumber: Wikipedia: Siamese fighting fish

  8. Akhir 1960-an

    Marble yang tak terduga

    Menurut catatan penghobi, pola marble muncul pada garis cupang hitam milik Orville Gulley di Indiana, AS. Awalnya dianggap gagal, kini menjadi dasar pola koi dan fancy.

    Sumber: FishStores: marble

  9. 1980–1993

    Dari super delta ke halfmoon

    Peter Goettner dan Paris Jones (AS) mengembangkan super delta (1980). Guy Delaval (Prancis) mencapai bukaan 180° pada 1987, lalu Laurent Chenot, Rajiv Masillamoni, dan Jeff Wilson memantapkannya. Halfmoon mereka menjadi Best of Show IBC 1993 di Tampa.

    Sumber: Betta Territory: tail types

  10. 1997

    Crowntail dari Indonesia

    Ahmad Yusuf dan breeder di Slipi, Jakarta Barat, memperkenalkan cupang serit (crowntail). Bentuk asli Indonesia ini kini punya standar sendiri di IBC.

    Sumber: Betta Territory: tail types, Radar Tulungagung, IBC 2025

  11. 2000-an

    Plakat modern, giant, dumbo, dan dragon

    Silang plakat tradisional dengan halfmoon melahirkan halfmoon plakat; IBC memisahkan standar plakat tradisional dan show plakat pada 2005. Breeder Thailand mengembangkan giant, dumbo, dan dragon scale (sekitar 2004, melibatkan Betta mahachaiensis).

    Sumber: Betta Territory: plakat, Betta Territory: dragon, Nice Betta: dragon, Nice Betta: dumbo, Distankan Buleleng

  12. 2012

    Kerabat baru dari Thailand

    Peneliti Thailand (Kowasupat dan rekan) mendeskripsikan Betta mahachaiensis dan Betta siamorientalis, dua kerabat dekat cupang hias.

    Sumber: Wikipedia: Betta

  13. 2022

    Genom cupang terungkap

    Dua studi genom di Science Advances menunjukkan semua garis hias berasal dari B. splendens dengan sisipan gen spesies liar, menemukan dmrt1 sebagai gen penentu jenis kelamin, serta lokus untuk sirip panjang, Dumbo, Giant, dan warna.

    Sumber: Kwon 2022, Zhang 2022

  14. 2025

    Genus yang terus bertambah

    Kini dikenal 78 spesies Betta. Dua spesies baru, Betta iaspis dan Betta mulyadii, dideskripsikan pada 2025.

    Sumber: Wikipedia: Betta

Istilah

Istilah yang sering dipakai penghobi, breeder, dan juri.

Plakat
Dari bahasa Thai pla kat (ikan yang menggigit). Cupang bersirip pendek keturunan ikan aduan.
Serit
Sebutan Indonesia untuk crowntail, dari jari-jari sirip yang menjulur seperti gigi sisir.
Flaring
Saat cupang mengembangkan sirip dan tutup insang untuk pamer atau mengancam; momen terbaik untuk menilai bentuk sirip.
Sarang busa (bubble nest)
Gelembung udara berlapis lendir yang dibuat jantan di permukaan air untuk menampung telur.
Pengeram mulut (mouthbrooder)
Spesies yang menyimpan telur dan anaknya di mulut induk, bukan di sarang busa.
Labirin
Organ pernapasan tambahan yang memungkinkan cupang menghirup udara langsung dari permukaan.
Indukan
Ikan dewasa yang dipilih untuk dijodohkan.
Burayak
Anak ikan sejak menetas hingga bisa berenang dan makan sendiri.
F1, F2, F3
Generasi keturunan pertama, kedua, dan ketiga dari sebuah perjodohan.
Outcross
Menjodohkan ikan dari garis yang tidak berkerabat untuk menambah keragaman genetik.
Linebreeding
Menjodohkan kerabat dekat untuk mengunci sifat tertentu.
Geno
Ikan pembawa satu alel resesif tanpa menampakkannya, misalnya melano-geno.
Kompleks spesies
Kelompok spesies yang berkerabat dekat dan mirip, seperti kompleks splendens.
Introgresi
Masuknya gen dari satu spesies ke spesies lain melalui persilangan, misalnya gen cupang liar pada cupang hias.
Iridesen
Warna berkilau dari sel pemantul cahaya (iridofor), bukan dari pigmen; contohnya biru, hijau, dan steel.
Opaque
Lapisan putih pekat yang menutupi warna di bawahnya.
IBC
International Betta Congress, organisasi penghobi cupang sejak 1967 yang menyusun standar pameran.

Sumber

Rujukan yang dipakai untuk menyusun ensiklopedia ini. Jurnal ilmiah dan standar IBC diutamakan; cerita asal-usul dari breeder dan penjual ditulis sebagai catatan penghobi.

  1. IBC 2025: International Betta Congress, IBC Exhibition Standards Book 2025 (membuka tab baru)
  2. Kwon 2022: Science Advances, Genomic consequences of domestication of the Siamese fighting fish (Kwon et al., 2022) (membuka tab baru)
  3. Zhang 2022: Science Advances, The genetic architecture of phenotypic diversity in the Betta fish (Zhang et al., 2022) (membuka tab baru)
  4. Wikipedia: Siamese fighting fish: Wikipedia, Siamese fighting fish (membuka tab baru)
  5. Wikipedia: Betta: Wikipedia, Betta (genus): species and complexes (membuka tab baru)
  6. Betta Territory: tail types: Betta Territory, Historic overview on tailtype development (membuka tab baru)
  7. Betta Territory: colors: Betta Territory, Color definitions and genetics (membuka tab baru)
  8. Betta Territory: dragon: Betta Territory, The dragon betta (membuka tab baru)
  9. Betta Territory: plakat: Betta Territory, Plakat standard proposal (membuka tab baru)
  10. Inglorious Bettas: Inglorious Bettas, Betta genetics: color and form (membuka tab baru)
  11. FishStores: marble: FishStores.org, Marble betta (membuka tab baru)
  12. Nice Betta: dragon: Nice Betta Thailand, Biography of the dragon betta fish (membuka tab baru)
  13. Nice Betta: dumbo: Nice Betta Thailand, History of the dumbo betta fish (membuka tab baru)
  14. Radar Tulungagung: Radar Tulungagung (Jawa Pos), Crowntail Slipi, ikan cupang asli Jakarta yang diakui dunia internasional (membuka tab baru)
  15. Distankan Buleleng: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, 5 jenis ikan cupang populer berdasarkan bentuknya (membuka tab baru)
  16. Gramedia: Gramedia, Jenis ikan cupang dan gambarnya (membuka tab baru)
Standar IBCScience Advances (2022)

Genetika tanpa janji palsu

Fenotipe adalah ciri yang terlihat. Genotipe adalah susunan genetik; foto atau nama varietas saja tidak membuktikannya. Silsilah hanya berlaku jika induk dan riwayat pembiakan dicatat.

Studi Science Advances (2022) memetakan kaitan genetik bentuk sirip dan warna. Sirip panjang berkaitan dengan lokus yang memuat kcnj15; pola mosaik menunjukkan keterlibatan banyak lokus. Temuan populasi bukan hasil uji DNA ikan yang dijual.

F1, F2, dan generasi berikutnya menunjukkan urutan pembiakan yang tercatat, bukan jaminan kemurnian, kestabilan warna, atau kualitas kontes.

Sumber dan transparansi

Panduan pendidikan, bukan sertifikasi IBC. Keputusan membeli tetap berdasarkan foto dan video ikan yang dijual.